KoranDjambi.com, MUARA SABAK – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) dalam mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,8 miliar untuk pengadaan kapal tangkap berukuran 16 GT (Gross Tonnage) dinilai sebagai langkah strategis yang tepat. Keputusan ini dipandang sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui modernisasi armada yang lebih tangguh.
Meskipun sempat muncul diskusi terkait besaran anggaran, sejumlah pengamat dan praktisi perikanan menilai angka tersebut sangat rasional jika melihat spesifikasi dan kualitas kapal yang dihasilkan.
Investasi Jangka Panjang untuk Nelayan
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tanjab Timur menjelaskan bahwa peralihan dari rencana awal kapal 10 GT menjadi 16 GT merupakan respon terhadap kebutuhan riil nelayan di lapangan.
“Kapal 16 GT memiliki daya tahan yang jauh lebih baik terhadap cuaca ekstrem di perairan Tanjab Timur. Dengan anggaran Rp1,8 miliar, kita mendapatkan kapal dengan material berkualitas tinggi, mesin yang lebih bertenaga, serta daya tampung hasil tangkapan yang jauh lebih besar,” ujarnya.
Keunggulan nilai investasi Rp1,8 miliar ini meliputi:
- Stabilitas dan Keamanan: Kapal 16 GT lebih stabil menghadapi gelombang besar, menjamin keselamatan jiwa para nelayan saat melaut di zona yang lebih jauh.
- Efisiensi Ekonomi: Kapasitas palka yang luas memungkinkan nelayan membawa pulang hasil laut hingga dua kali lipat lebih banyak dibandingkan kapal ukuran kecil, sehingga potensi PAD dan ekonomi kerakyatan meningkat.
- Kepatuhan Spesifikasi: Proses pengadaan ini diklaim telah melalui kajian teknis dan audit agar setiap rupiah yang dikeluarkan sebanding dengan kualitas fisik kapal yang diterima oleh kelompok nelayan.
Dukungan Masyarakat Nelayan
Sejumlah kelompok nelayan penerima manfaat menyambut baik kehadiran kapal dengan kapasitas besar ini. Menurut mereka, kapal 10 GT sering kali terbatas jarak tempuhnya, sementara kapal 16 GT memberikan peluang untuk mengeksplorasi potensi laut yang belum tergarap maksimal.
“Pemerintah sudah benar melihat kebutuhan kami. Kalau kapalnya tanggung, biaya operasionalnya besar tapi hasilnya sedikit. Dengan kapal 16 GT ini, kami bisa melaut lebih lama dan lebih aman,” ungkap salah satu ketua kelompok nelayan di Muara Sabak.
Dengan adanya kapal 16 GT ini, Pemkab Tanjab Timur membuktikan komitmennya untuk tidak sekadar memberi bantuan, tetapi memberikan instrumen kerja yang mumpuni untuk mendongkrak sektor perikanan sebagai pilar utama ekonomi daerah. (tim)
