MUARO JAMBI – Bagi warga di pelosok Sungai Gelam, serangan siber yang menghantam sistem pertahanan Bank Jambi pada akhir Februari 2026 bukan sekadar berita di layar gawai. Ia adalah malapetaka nyata yang memaksa mereka menempuh puluhan kilometer jalanan berdebu menuju Sengeti demi selembar buku tabungan.

Pasca-pembobolan yang diduga merugikan lebih dari 6.000 nasabah dengan total kerugian mencapai Rp143 miliar, sistem perbankan plat merah itu bak rongsokan yang sedang diperbaiki. Di Sungai Gelam, nasabah mengeluh karena akses layanan digital hingga ATM sempat mati suri. Namun, penderitaan paling getir adalah instruksi untuk melakukan verifikasi manual dan penggantian buku tabungan yang hanya bisa dilayani di kantor cabang utama. 

“Kami ini tinggal di Sungai Gelam, mau ganti buku saja harus ke Sengeti. Jauhnya minta ampun, belum lagi antrenya,” ujar seorang nasabah yang nampak masygul saat ditemui di sela-sela keluhannya. Ketidaksiapan infrastruktur layanan di tingkat unit memaksa warga “terbuang” ke pusat kabupaten, memakan waktu dan biaya transportasi yang tidak sedikit di tengah ketidakpastian saldo mereka. 

Kasus yang bermula sejak 22 Februari 2026 ini mengungkap rapuhnya investasi IT senilai Rp25 miliar milik Bank Jambi. Meski manajemen berjanji akan mengganti seluruh dana yang hilang secara utuh, janji tersebut tak mampu menghapus lelah fisik nasabah pelosok yang harus mondar-mandir Sengeti-Sungai Gelam hanya untuk memastikan uang sekolah anak atau modal tani mereka aman. 

Hingga April 2026, meski uji coba layanan digital mulai dilakukan, “trauma” Sengeti masih membekas. Kasus ini menjadi cermin retak bagi perbankan daerah: bahwa digitalisasi tanpa mitigasi di wilayah rural hanyalah resep menuju derita massal saat sistem tersebut lumpuh oleh peretas.  (tim)

Catatan Redaksi:
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, media ini membuka ruang Hak Jawab serta Hak Koreksi seluas-luasnya bagi manajemen Bank Jambi maupun Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi demi keberimbangan informasi.

error: Content is protected !!